Mengurus Negara ibarat mengurus perusahaan. Pemodal nya adalah rakyat yang memberikan amanah kepada komisaris yaitu DPR. Presiden adalah Direktur Utama yang memegang jabatan tertinggi untuk mengelola Negara. namun rakyat sebagai pemodal tidak memiliki kekuatan untuk mengintervensi DPR dan Presiden karena seluruh perangkat peraturan dibuat oleh DPR dan Presiden. Akhirnya karena seluruh pengelola Negara mulai dari DPR, Presiden, Kepolisian, Kejaksaan sampai Pejabat terendah menghianati rakyat sebagai pemodal maka kepercayaan rakyat terhadap semua pengelola Negara sudah ditingkat paling rendah. Negara bukan dimiliki rakyat tapi Negara dimiliki oleh penguasa. Indonesia adalah surga nya pemimpin bodong, pemimpin yang dipilih rakyat tapi justru menghianati rakyat.
Partai politik yang menjadi saluran bagi rakyat agar aspirasi nya bisa tersampaikan malah sebagai media untuk ngibulin rakyat. Semua partai politik selalu mengatasnamakan rakyat tapi rakyat selalu menjadi korban atas kebijakan yang dibuat oleh orang-orang partai politik di DPR.
Semua ini terjadi karena pengelola Negara mulai dari Anggota Dewan, Presiden, Menteri dan PNS tingkat rendah merasa Negara yang diibaratkan seperti perusahaan bukan miliknya karena pemodal nya adalah rakyat. Karena rakyat yang memiliki modal tidak memiliki pengaruh maka seluruh pejabat Negara bisa mengambil uang Negara untuk kepentingan perut nya dan kepentingan golongannya.
Kasus bank Century adalah bencana bagi Indonesia karena scenario merampok Negara sedemikian hebat nya. Sehingga wajar ketika sebuah LSM membeberkan siapa-siapa yang menerima uang haram tersebut. Kalaupun LSM memberikan bukti kepada polisi maka bisa jadi bukti tersebut di plintir dan kasus bank century akan hilang di telan masa. LSM menganggap sudah tidak ada yang bisa dipercaya dari penegakan hukum di Indonesia sehingga LSM tersebut menyerahkan rakyat sebagai pemilik modal untuk menilai sendiri. Jika rakyat menilai komisaris nya yaitu DPR dan Direktur Utama nya Presiden sudah tidak ada yang bisa di percaya maka Indonesia harus melakukan Revolusi Birokrasi dan Hukum yang memihak kepada Seluruh Rakyat bukan kepada segelintir orang.
Indonesia merindukan pemimpin seperti Rosulullah saw, para sahabat, Umar bin Abdul Aziz dan pemimpin mulia lainnya. Bukan pemimpin yang haus dengan harta, kekuasaan dan kesengan diri nya dibawah penderitaan rakyat nya.
haruskah kita menunggu Imam Mahdi untuk perbaikan semua ini…..